Perkembangan Minyak Atsiri di Indonesia dan Prediksi Kedepannya

Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar untuk industri minyak atsiri. Dari 150 jenis minyak atsiri yang selama ini diperdagangkan di pasar internasional, 40 jenis diantaranya dapat diproduksi di Indonesia. Tiga yang diproduksi di Indonesia adalah daun cengkeh, minyak sereh wangi dan minyak nilam.

persoalan utama menyangkut mutu minyak atsiri di Indonesia. Rendahnya harga yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya mutu sumber daya manusia erat kaitannya dengan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan. Indonesia memiliki potensi pasar dalam negeri yang cukup besar untuk membangun industry flavor dan fragrance, sehingga pasar minyak atsiri tidak tergantung dengan pasar ekspor, tetapi tercipta kebutuhan dalam negeriKonferensi IFEAT (International Federation For Essential Oil and Aroma Trade) kali ini yang diselenggarakan di budapest, Hongaria (23-27 September 2007) mengambil tema “Developmentsin The Global Aroma Chemicals and Essential Oils lndustrles” Topik utama yang dibahas adalah perkembangan industri aroma chemicals di China dan India sebagai produsen utama dunia untuk kelompok produk tersebut. Konferensi kali ini juga membahas regulasi baru tentang registrasi bahan kimia alami yang mulai diterapkan, Reach (Registration, Evaluation and Authorisation of Chemicals) di Uni Eropa.Indonesia mendapat kesempatan presentasi untuk memaparkan perkembangan industri minyak atsirinya.
Pertimbangannya, Indonesia bersama Kuba terpilih mewakili sebagai negara penghasil minyak atsiri yang cukup potensial. Wakil dari Indonesia, Wien Gunawan selaku Ketua Umum Dewan Atsiri Indonesia mengusung tema “Developments in Indonesia’s essential oil industry includingthe establishment of the Indonesian Essential Oil Council”. Bahasannya meliputi tinjauan kondisi industri minyak nilam, pala dan cengkeh saat ini, tantangan dan peluang yang dihadapi, dukungan pemerintah dan strategi pengembangannya. Paparan tersebut ternyata mendapat apresiasi dan tanggapan cukup baik dari peserta konferensi. Hal itu terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan.
Diskusi dilanjutkan dengan melobby pelaku bisnis minyak atsiri internasional. Ada tiga hal pokok yang disampaikan, Pertama mengkomunikasikan kebijakan terbaru pemerintah Indonesia tentang pengembangan industri minyak atsiri termasuk peluang investasinya. Kedua eksistensi Dewan Atsiri Indonesia beserta peran dan misi yang dijalankan untuk mendorong kemajuan industri minyak atsiri di Indonesia, khususnya yang terkait dengan interaksi dengan pihak luar negeri. Ketiga, isu-isu aktual tentang produksi minyak atsiri di Indonesia khususnya minyak nilam yang saat ini mengalami shortage dan upaya mengatasinya.

 

Dari hasil interaksi yang dilakukan delegasi Indonesia dengan berbagai pihak selama Konferensi (FEAT, disimpulkan secara umum posisi Indonesia sebagai produsen minyakatsiri berada pada posisi ketiga setelah China dan India. Dan minyak nilam Indonesia ini ternyata menjadi andalan industri bahan pewangi dunia. Sayangnya produksi dan pasokan minyak nilam yang ada masih jauh dari established. Hal ini terlihat dengan fluktuasinya produksi dan harga yang sangat tinggi. Situasi ini diakui sebagai sesuatu yang tidak menguntungkan bagi semua pihak.Permintaan peserta konferensi, Indonesia yang dianggap sebagai negara produsen minyak nilam diharapkan dapat segera berperan dalam mengendalikan fluktuasi tersebut. Para importir menyatakan kesediaannya bekerjasama dengan pihak Indonesia dalam mengupayakan hal tersebut. Pelaku industri minyak atsiri dan bahan aroma dunia, melihat sistem produksi minyak nilam di Indonesia masih belum terstruktur dan terencana dengan baik.
Bahkan bersamaan dengan berlangsungnya konferensi IFEAT, situasi pasokan minyak nilam dunia cukup mengkhawatirkan sehingga menimbulkan kepanikan pada sebagian besar buyer internasional, dan lonjakan harganya sampai ke tingkat spekulatif. Pemerintah Indonesia bersama Dewan Atsiri Indonesia, untuk mengatasi hal tersebut secara bersama mengambil langkah dengan mendorong peningkatan produksi melalui kegiatan panen dan penyulingan,intermediasi transaksi secara langsung antara penyuling dan eksportir, mengurangi keleluasan pedagang perantara yang melakukan spekulasi, membantu kelancaran informasi yang sehat untuk semua pelaku. Selain itu menyiapkan informasi yang akurat tentang potensi panen di seluruh sentra produksi dalam periode 3 bulan dan 6 bulan kedepan agar rencana transaksi bisa dibuat.Sebagai perbandingan, rantai industri minyak atsiri dan bahan aroma di China dan India teiah terbentuk dengan baik. Disamping telah eksisnya industri aroma chemicals yang berbahan baku alami (minyak atsiri), industri bahan pewangi dan perisa lokal juga telah berkembang dan mampu memasok kebutuhan industri consumer goods dalam negeri. Hal ini ditunjukkan oieh kinerja ekonomi dan kemampuan science dan technology pada sektor industri ini yang dimiliki kedua negara tersebut. Banyaknya peserta konferensi I FEAT asal China dan India juga merupakan bukti banyaknya pelaku usaha di industri ini pada kedua negara tersebut. Presentasi yang ditampilkan dan posisi yang diberikan negara-negara lain terhadap China dan India juga menunjukkan bahwa pengembangan sektor industri ini di kedua negara tersebut telah berdasarkan kebijakan dan roadmap yang jelas. Untuk mendorong berkembangnya industri hilir pada rantai nilai industri minyak atsiri indonesia sehingga nilai tambah yang dihasilkan bisa maksimal diperlukan kebijakan dan rencana yang terintegrasi, mulai dari aspek budidaya, pengolahan sampai produk jadi. Pemerintah perlu mengundang key players industri bahan pewangi dan perisa (Flavor dan Fragrance Houses) untuk berinvestasi di Indonesia di bidang manufaktur produk mereka serta untuk merangsang tumbuh dan berkembangnya industri aroma chemicals dan industri bahan pewangi dan perisa lokal di indonesia

Di seluruh Indonesia tersebar sekitar 40 jenis (spesies) tanaman atsiri yang berpotensi dikembangkan seperti akar wangi, nilam, serai wangi, kenanga, daun cengkeh, jahe, dan pala. Namun, sampai kini yang bisa diolah untuk diekspor baru 12 jenis. Di seluruh pasar dunia terdapat sekitar 80 jenis minyak untuk berbagai bahan baku.

Kegunaan essential oil ini boleh dibilang sangat luas mulai sebagai bahan baku parfum, antiseptik, kosmetik, obat-obatan, flavour agent dalam makanan atau minuman, serta pencampur rokok kretek. Beberapa jenis di antaranya digunakan sebagai bahan analgesic, haemolitic atau sebagai antizymatic, serta sedavita dan stimulan untuk obat sakit perut.

Jadi, tidak mengherankan kalau sejak Perang Dunia II, minyak atsiri merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr Joko Budianto, di pasar dunia minyak atsiri Indonesia mendapat saingan dari Cina, Sri Lanka, dan Brasil.

Tahun 1998 nilai ekspor 20 negara penghasil minyak atsiri mencapai US$ 758 juta. Indonesia berkontribusi sekitar 4,4 persen sedangkan RRC 18,6 persen.

Selain mengekspor, Indonesia juga mengimpor beberapa jenis minyak atsiri yang tidak dapat tumbuh di sini. Tahun 2000 impor minyak atsiri di Indonesia mencapai 1.625 ton dengan nilai US$ 7,3 juta.

Beberapa faktor penghambat perkembangan produksi minyak atsiri di Indonesia, kata Joko, masih lemahnya modal dan penguasaan teknologi. Minimnya pengetahuan para perajin minyak atsiri seperti persyaratan dan ketentuan teknis dalam melakukan proses penyulingan minyak atsiri juga menjadi faktor penghambat.

“Begitu juga dengan penggunaan bahan dan peralatan yang kurang baik. Akibatnya, mutu minyak yang dihasilkan pun sering kali tidak begitu baik,” ungkap Joko dalam acara “Gelar Teknologi dan Temu Usaha Minyak Atsiri” di Majalengka, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Padahal, kata dia, Provinsi Jawa Barat terutama Majalengka memiliki prospek yang cukup baik sebagai daerah pengembangan berbagai tanaman minyak atsiri. Sebab, daerah ini memiliki tipe tanah dan elevasi sera iklim yang agak berbeda dibandingkan beberapa daerah lainnya.

About these ads

About nunulasa
Idealis yang realistis, Selalu Optimis dan Mudah Beradaptasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: